Seni & Budaya

Ara yang Menjadi Saksi Peradaban Manusia

 

Oleh: Rezky Dwiantoro

 

https://www.bbc.com/

Berawal dari kisah seorang kaisar besar India yang sedih ketika salah satu dari batang pohon Ara yang dipotong kemudian dibawa menjauh dari kerajaan. Disebut sang kaisar yang bernama Asoka yang Agung, meyakini jika dibawah pohon inilah sang Buddha menemukan pencerahannya (boddhi). Dengan keyakinan yang kuat itu membuat sang kaisar Asoka merasa sangat sedih ketika batang pohon yang menjadi salah satu status kerajaan kemudin dibawa pergi oleh putrinya berlayar menuju Sri Lanka.

Kisah sang kaisar Asoka yang diadaptasi dari sebuah puisi indah bertuliskan bahasa Pali ini sedikit menceritakan tentang tradisi pemujaan terhadap pohon Ara yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum masa kepemimpinan raja Asoka di India.

Tidak hanya tumbuh dalam peradapan India, pohon Ara yang sama juga tumbuh dalam peradapan suku Vedik. Selain sama-sama memuja Buddha, suku Vedik juga memasukkan pohon Ara dalam himne perang pada 3.500 tahun lalu. Pohon Ara yang sudah terlahir dalam kisah antar generasi sejak ribuan tahun lalu ini, mampu menarik banyak perhatian peneliti dunia untuk memahami lebih dalam tentang keajaiban pohon Ara.

Pohon Ara yang berada di India merupakan salah satu spesies dari 750 spesies yang tersebar diseluruh dunia.  Beringin yang tumbuh sangat besar dan tinggi ini, dengan batang yang sangatlah besar, akar-akar yang tumbuh menjalar  ke setiap ruang kosong yang berada disekeliling pohon, serta akar-akar kecil bergelantungan pada batang pohon hingga nyaris menyentuh tanah, semakin memperkuat kesan kesejahteraan yang terbentuk pada pohon Ara.

Selain menjadi lambang kesejahteraan, pohon Ara juga tercatat sebagai lambang kehidupan didalam sejarah-sejarah Negara bagian India. Hal ini terlihat dari sebuah kisah desertir bernama Charles Masson yang melarikan diri dari East India Company pada tahun 1827, hingga membawa dirinya ke sebuah situs bekas reruntuhan peradaban lembah Indus yang sudah hilang sejak 3300 sampai 1500 sebelum masehi.

https://en.wikipedia.org/

Kekeringan yang meruntuhkan peradaban Lembah Indus kemudian dihidupakan kembali oleh pohon Ara yang akarnya melingkari setiap bangunan yang rusak, dan juga menghijaukan kembali wilayah tersebut sehingga mengundang hewan-hewan untuk menyebarkan bibitnya ke puluhan spesies hutan lain.

Keajaiban pohon Ara tidak hanya terjadi di India saja, namun juga tumbuh dibagian dunia lain, seperti Indonesia dan Mesir. Setelah meletusnya gunung api Krakatau pada tahun 1883, letusan dahsyat ini meluluhlantahkan seluruh kehidupan yang ada disekelilingnya. Kemudian bibit pohon Ara yang mulai muncul kembali dari sisa-sisa lava yang telah mengering membawa lagi kehidupan bagi setiap spesies yang mendiami daerah tersebut.

Berbeda kejadian dengan yang terjadi di Indonesia, orang-orang Mesir kuno menggunakan kejeniusan mereka untuk menghasilkan pembuahan pada pohon Ara. Serangga pembuahan yang tak kunjung datang, membuat para petani Mesir memotong bagian ujung batang untuk menghasilkan buah Ara yang manis. Waktu yang berselang tidak lama membuat Ara menjadi tanaman khas petani Mesir dan buahnya menjadi komoditi para petani.

https://www.crocus.co.uk/

Dalam kisah diberbagai dunia, banyak yang mengisahkan keberadaan pohon Ara sudah ada jauh sebelum keberadaan manusia modern itu ada, dan mungkin saja nenek moyang manusia jutaan tahun lalu juga menggunakan pohon Ara sebagai sumber kehidupannya.  Seharusnya manusia sudah memahami sejarah mereka sendiri dan mulai menjaga kelestarian tumbuhan-tumbuhan yang ada dilingkungannya. Dengan tidak menebang pohon-pohon yang sudah menjaga kehidupan selama ini, maka kehidupan manusia kedepannya akan lebih terjaga.

 

 

Sumber: https://www.bbc.com/indonesia/vert-earth-39019142

You may also like