50 Kota Payakumbuh

Cerita Mirna Defri Oktari, Perempuan Minang yang Ditinggal Ibunya

Sabtu (13/4/2019) adalah hari terakhir bagi Mirna berkampanye menelusuri jalan Nagari yang sederhana. Calon legislatif (caleg) perempuan asli Minang, kelahiran Limbanang, Sulik, 50 Kota, Sumatera Barat (Sumbar), 13 Oktober 1990, ini mencurahkan kisah hidupnya.

50 Kota – Mirna berjanji jika terpilih sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Sumbar Dapil 5, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, akan memperhatikan kampung halamannya.

“Mirna orang kampung, tempat Mirna lahir dan besar. Saya pasti akan mencurahkan tenaga untuk memajukan kampung, terutama kalangan perempuan dan generasi muda di kampung Mirna,” tuturnya, Sabtu (13/4/2019).

Latar belakang kehidupan pribadinya, telah membentuk pribadi Mirna yang mandiri dan pekerja keras. Dituturkan Mirna, sepeninggal ibundanya tercinta dan ayah yang menderita sakit stroke, Mirna menjadi penyangga keluarga.

“Mirna terpaksa menunda kuliah karena harus bekerja untuk membantu keluarga,” ungkapnya.

Menurut Mirna, ia melengkapi keterampilan dirinya dengan berbagai pelatihan keterampilan dan bekerja profesional. Baru pada 2011, dia bisa melanjutkan pendidikannya di Universitas Putera Indonesia (UPI) Padang, Sumatera Barat. Mirna berhasil meraih gelar sarjana ekonomi jurusan akuntansi dengan prediket terbaik.

“Kebetulan Mirna salah seorang yang berkontribusi energi atas berdirinya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang lolos verifikasi Kementerian Hukum dan HAM RI dan lolos di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan menjadi peserta Pemilu 2019,” ungkapnya.

Karena dinilai berintegritas dan tekun, Mirna dipercaya oleh PSI menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPRD Provinsi Dapil 5, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
ADVERTISEMENT

Pengalaman pertama Mirna di bidang politik dialami oleh lulusan MTsN Limbanang, Suliki ini, saat menjadi tim sukses salah seorang kandidat gubernur Sumatera Barat pada 2015.

“Mirna pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Manajemen semasa kuliah dan mengikuti berbagai pelatihan dan seminar,” katanya.

Saat memutuskan untuk maju sebagai calon legislatif, tak ada lain yang dicita-citakan Mirna. “Mirna ingin membangun kampung halaman. Ia mendambakan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota yang maju, maju manusianya, maju kampungnya, dan maju kotanya,” pungkasnya. (rhs)

Sumber: https://daerah.sindonews.com/read/1395529/174/cerita-mirna-caleg-muda-sumbar-yang-jadi-tulang-punggung-keluarga-1555152946

You may also like