Denyut

Di Masjid Nogotirto: Kepada Buya Syafii Maarif

Di Masjid Nogotirto langkah kaki ini sampai juga padaMu
Adzan maghrib menyambutku dengan derai rindu

Sekedipan mata suara langit itu memecah senja
Membelah siang dan malam dengan panggilan cinta

Dalam taburan purnama di atas langit masjid
Hari ini kupinang ilmu dalam sisa hidupku
Sebab sejarah tak cuma kisah dan resah
Sebab buku dan ilmu membutuhkan laku
Sebab ilham datang tanpa perlu mengetuk pintu

Di Masjid Nogotirto kupetik hikmah yang indah
Ketika Buya berkisah tentang jiwa mulia Sang Pemersatu
Saat Kyai Ahmad Dahlan dan Kyai Hasyim Asy’arie duduk sebangku berbagi ilmu

Kusambut dengan seribu pintu kehadiran cahaya di langit biru
Sebab semua anak negeri membutuhkan guru bangsa
Agar iman dan agama tak dijadikan dalil dan fatwa untuk saling berseteru
Digoreng dan dibakar dalam tungku berkayu bakar nafsu

Negeri ini sudah terlalu lama mubazir
Hujan kebencian dan sesat pikir
Saling menista dan intrik politik yang tak berguna entah kapan berakhir
Pada nafsu dan syahwat yang terus menggoda dan membuat jiwa tergelincir

(Renungan Senja, 2017 – Gus Nas Jogja)

You may also like