Denyut

Payakumbuh Anggarkan 1.000 Alat Tes Urine

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengikuti tes urine yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/12/2018). Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat bekerja sama dengan BNNK setempat juga akan menggelar tes urine bagi ASN secara mendadak. FOTO/Abriawan Abhe/wsj. (ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE)

Payakumbuh (ANTARA News) – Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menganggarkan 1.000 set alat untuk tes urine narkoba bagi Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot setempat.

“Sebanyak 1.000 set alat untuk tes urine ini nanti dihibahkan kepada Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Payakumbuh sebagai pelaksananya,” ujar Kepala Badan Kesbangpol Payakumbuh, Budi Permana di Payakumbuh, Kamis.

Program tes urine bagi ASN ini berawal dari kesepakatan antara Walikota Payakumbuh dengan Kepala BNNK Payakumbuh untuk mencegah penyalahgunaan narkoba khususnya di kalangan ASN Payakumbuh.

“Anggarannya ditumpangkan kepada program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan dari Kesbangpol yang memang tupoksinya ada kemitraan dalam memerangi Narkoba ini,” tambahnya.

Menurut Budi, tes urine terhadap ASN sesuai dengan Inpres No 6 Tahun 2018 yang menginginkan seluruh aparatur negara bebas dari narkoba.

“Semoga dengan tes urine ini, ASN Payakumbuh bersih dari narkoba dapat terwujud,” ujarnya.

Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menyampaikan agar tes urine kepada ASN dilakukan secara dadakan sehingga tes berjalan lebih efektif karena tidak diketahui jadwalnya.

“Waktunya dirahasiakan nanti bisa saja para ASN diundang untuk rapat misalnya, namun isi kegiatannya ternyata tes urine,” tambahnya.

Walikota berjanji tidak akan mentolerir apabila ada ASN yang kedapatan mengonsumsi Narkoba.

“Ini termasuk pelanggaran cukup berat dalam disiplin kepegawaian, kita akan langsung jatuhkan sanksi tegas sesuai aturan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Payakumbuh Firdaus ZN mengapresiasi rencana Pemko untuk melakukan tes urine kepada ASN.

“Kami tentu menyambut baik program ini, kami siap untuk melaksanakannya,” ucapnya.

Ia menyampaikan, sesuai dengan prosedur BNNK, hasil tes urine ASN akan diassesment terlebih dahulu dan bagi yang positif narkoba akan didorong untuk rehabilitasi.

“Tapi nantinya kami serahkan kepada kebijakan Pemko sendiri dan aturan ASN kalau ada yang positif,” katanya.

Sumber: Antara

You may also like