50 Kota Jalan-jalan

Pongek Situjuah dan Perang PDRI

foto: Detik.com

Situjuah – Bagi orang-orang yang di luar Minang pasti akan bertanya, apa sih itu Pongek Situjuah? Terus apa pula kaitan Pongek dan PDRI? Sebelum menjawab apa itu Pongek, kita telusuri nagari seperti apa Situjuah itu dan kaitannya dengan PDRI.

Situjuah adalalah nagari para pejuang di Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Mata rantai Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948-1949 bergerak di sini, namanya Peristiwa Situjuah. Diperingati rutin setiap 15 Januari.

Situjuah bukan hanya soal sejarah kemerdekaan, tapi juga wilayah perkampungan nan indahnya tak tanggung-tanggung. Situjuah yang merupakan satu dari 13 kecamatan di Limapuluh Kota, bernama lengkap Situjuah Limo Nagari. Bak namanya, ada 5 Nagari yang ada di Situjuah.

Masing-masing, Situjuah Batua, Situjuah Banda Dalam, Situjuah Tungka, Situjuah Gadang dan Situjuah Ladang Laweh. Situjuah dari Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, berjarak sekitar 100 kilometer dari Kota Padang. Terus apa itu pongek?

Pongek merupakan makanan tradisional yang terbuat dari buah nangka. Pongek ini berasal dari Situjuah. Pongek Situjuah dapat ditemukan di salah satu rumah makan, Pongek OR Situjuah . Rumah makan ini sangat ramai dikunjungi wisatawan. Mulai dari pejabat tinggi negara sekelas menteri, jenderal TNI dan Polri, hingga artis ibukota. Pongek OR Situjuah sudah menjadi idola bagi pecinta kuliner.

Rumah Makan Pongek Situjuah sudah berdiri sejak puluhan tahun silam. Sesuai namanya, makanan andalan di sini adalah Pongek. Pongek sendiri merupakan sajian berbahan dasar nangka muda. Tampilannya menyerupai gulai nangka hanya saja nangka dipotong berukuran lebih besar dan tebal.

Selain itu, bumbu dan cara pengolahannya juga berbeda dengan gulai. Soal rempah-rempah, pongek dan gulai dibuat dengan rempah yang sama. Hanya saja pongek dibuat tanpa daun salam, daun serai, dan asam kandis.

Santan dan rempah-rempah harus diaduk jika memasak gulai. Berbeda dengan pongek yang hanya didiamkan dan ditutup rapat hingga matang. Agar bagian bawah pongek tidak gosong, panci perebus diberi alas tulang daun pisang atau pohon tebu yang sudah dibelah.

Umumnya untuk memasak dua buah nangka muda pongek, dibutuhkan waktu selama dua jam. Selama proses memasak, tidak dianjurkan untuk membuka penutup panci. Hal ini bisa menghambat proses pematangan nangka muda.

Selain itu, santan yang dipakai juga tidak terlalu banyak. Tidak sampai membuat nangka terendam. Ini dilakukan agar nangka tidak mudah hancur dan saat ditutup rapat, santan yang mendidih tidak tercecer keluar dari panci. Rasanya sedikit pedas, gurih, dan lezat. Ditambah tekstur nangka muda yang lembut sangat nikmat dimakan dengan nasi hangat. Kalau berkunjung ke wilayah Situjuah Bandar Dalam, Payakumbuh, jangan lupa mampir ke rumah makan ini. (berbagai sumber)

You may also like