Kabar

Sumbar Rangking 5 di Indonesia, Apa Pemerintah Akan Tarik Tuas Rem?

Oleh: Rezky Dwiantoro

 

Rangking 5 saat berada dalam proses pendidikan merupakan salah satu kebanggaan bagi setiap orang, namun apakah menjadi rangking 5 dengan kasus covid-19 tertinggi di Indonesia turut menjadi sebuah kebanggaan juga bagi masyakarat Sumatera Barat?

Perihal pandemic yang tengah menyebar di seluruh dunia ini, memang sudah memasuki fase sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya bagi mereka yang dianggap berada pada satu kalangan saja, namun mereka yang dianggap berada pada posisi kalangan aman pun turut dibuat stress dengan pandemi yang mewabah ini. Dalam situasi seperti ini, kesadaran secara kolektiflah yang mampu menurunkan intensitas penyeberan covid-19 di Sumatera Barat.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk membentuk kesadaran masyarakatnya, mulai dari penyediaan alat-alat penangan covid-19, membantu keungan mereka yang terdampak langsung oleh pandemi, dan mengkampanyekan berbagai hal yang dapat menjauhkan masyarakat dari covid-19. Hal yang jauh lebih baik bahkan telah dilakukan oleh Pemerintah Sumatera Barat, yaitu dengan menyediakan swab test gratis bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat yang merasa diri mereka memiliki gejala covid-19. Namun, usaha yang nyaris dikatan sempurna ini masih tetap menemui celahnya, alih-alih akan menurunkan kasus, Sumatera Barat saat ini malah dibuat naik ke posisi 5 dengan kasus terbanyak di Indonesia, setelah DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Menurut data Kementrian Kesehatan, kasus yang terjadi di Sumatera Barat telah mencapai 285 kasus seharinya, tentu ini merupakan suatu pencapaian buruk, tidak patut dibanggakan selayaknya ranking yang diperoleh semasa proses pendidikan. Sehingga berbagai upaya harus segera dilakukan untuk menekan kasus sebesar ini. Namun penyelesaian akhir akan tetap bermuara kepada kesadaran kolektif, yaitu dari pemerintah yang tegas untuk membatasi masyarakatnya beraktivitas di luar rumah, serta masyarakat yang sadar akan bahaya pandemi ini, agar tetap berada di dalam rumah menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan.

Dalam hal penanganan covid-19, bukan tidak mungkin jika Sumatera Barat dapat menjadi Provinsi dengan kasus positivity rate terendah se Indonesia kembali, dan menjadi contoh bagi provinsi-provinsi di Indonesia lainnya, karena Sumatera Barat pernah menduduki posisi tersebut pada 29 Juni 2020 yang lalu. Sebab menduduki rangking 5 se Indonesia, apakah pemerintah Sumatera Barat akan menarik tuas rem? Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Anies Baswedan terhadap DKI Jakarta dengan menerapkan PSBB kembali.

You may also like